kamu seperti hantu
terus menghantuiku
kemanapun tubuhku pergi
kau slalu membayangi aku
salahku biarkan kamu
bermain dengan hatiku
aku tak bisa memusnahkan
kau dari fikiranku ini
reff :
didalam keramaian aku masih merasa sepi
sendiri memikirkan kamu
kau genggam hatiku dan kau tuliskan namamu
kau tulis namamu
tubuhku ada disini
tetapi tidak jiwaku
kosong yang hanya kurasakan
kau telah tinggal di hatiku
Jumat, 05 November 2010
Maliq And D Essentials - Blow My Mind
Now you really blow my mind
cause you look so fine
It’s been a while since I saw you baby
You always on my mind
The lights from your eyes when you look at me
The smile from your lips when you talk to me
It feels so right, do you feel alright
Do you feel alright
reff:
Cause I love the way you move your body baby
The way you groove that body baby
the way you move your body
Girl you look so fine
now you really really blow my mind
[2x]
now you really stole my heart
cause you blow my mind
since the day i saw you baby
you always on my mind
The lights from your eyes when you look at me
The smile from your lips when you talk to me
It feels so right, can you feel my mood
can you feel my mood
repeat reff
cause you look so fine
It’s been a while since I saw you baby
You always on my mind
The lights from your eyes when you look at me
The smile from your lips when you talk to me
It feels so right, do you feel alright
Do you feel alright
reff:
Cause I love the way you move your body baby
The way you groove that body baby
the way you move your body
Girl you look so fine
now you really really blow my mind
[2x]
now you really stole my heart
cause you blow my mind
since the day i saw you baby
you always on my mind
The lights from your eyes when you look at me
The smile from your lips when you talk to me
It feels so right, can you feel my mood
can you feel my mood
repeat reff
Abdul and The Coffee Theory – Aku Suka Caramu
Aku suka caramu membuatku tersenyum
Saat hari ku kelabu
Aku suka caramu tertawa riang
Saat kau datang menyambutku
Aku suka semua perhatianmu
Aku suka caramu menjaga diriku
Aku suka semuanya tentangmu
Engkau dan aku
Tercipta untuk jadi satu
Engkau dan aku
Ku kan selalu jadi milikmu
Walau waktu berputar
Cinta kita ‘kan bersinar selamanya
Aku suka semuanya tentang kamu
Aku suka caramu menahan diriku
Saat ku ‘kan pergi jauh
Aku suka caramu membuatku cemburu
Tuk dapat perhatianku
Aku suka caramu memanjakanku
Aku suka caramu meyakinkan aku
Saat aku merasa ragu
Engkau dan aku
Tercipta untuk jadi satu
Engkau dan aku
Ku ‘kan selalu jadi milikmu
Walau waktu berputar
Cinta kita ‘kan bersinar selamanya
Aku suka semuanya tentang kamu
Walau waktu berputar
Cinta kita ‘kan bersinar selamanya
Aku suka
Aku suka
Aku suka
Aku suka
Aku suka
Semuanya tentang kamu
Saat hari ku kelabu
Aku suka caramu tertawa riang
Saat kau datang menyambutku
Aku suka semua perhatianmu
Aku suka caramu menjaga diriku
Aku suka semuanya tentangmu
Engkau dan aku
Tercipta untuk jadi satu
Engkau dan aku
Ku kan selalu jadi milikmu
Walau waktu berputar
Cinta kita ‘kan bersinar selamanya
Aku suka semuanya tentang kamu
Aku suka caramu menahan diriku
Saat ku ‘kan pergi jauh
Aku suka caramu membuatku cemburu
Tuk dapat perhatianku
Aku suka caramu memanjakanku
Aku suka caramu meyakinkan aku
Saat aku merasa ragu
Engkau dan aku
Tercipta untuk jadi satu
Engkau dan aku
Ku ‘kan selalu jadi milikmu
Walau waktu berputar
Cinta kita ‘kan bersinar selamanya
Aku suka semuanya tentang kamu
Walau waktu berputar
Cinta kita ‘kan bersinar selamanya
Aku suka
Aku suka
Aku suka
Aku suka
Aku suka
Semuanya tentang kamu
kisah DAUN, ANGIN, POHON *di kutip dari temanya temanku*
POHON
Orang-orang memanggilku "Pohon" karena Aku sangat baik dalam menggambar pohon. Aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. Aku telah berpacaran sebanyak 5 kali, tapi hanya ada satu wanita yang benar-benar sangat kucintai.Dia tidak cantik, tidak memiliki tubuh seksi. Tapi, dia sangat peduli dengan orang lain, religius. Gayanya yang sederhana dan apa adanya, kemandiriannya, kepandaiannya, dan kekuatannya. Aku menyukainya, sangat!Satu-satunya alasanku tidak mengajaknya kencan karena, aku merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku. Aku takut, jika kami bersama, semua perasaan yang indah ini akan hilang. Aku takut kalau gosip-gosip yang ada akan menyakitinya. Karena itu, aku memilihnya untuk hanya menjadi "sahabat".Menjadi sahabatnya, aku akan bisa 'memiliki'nya tiada batasnya. Tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia. Selama tiga tahun terakhir, dia selalu menemaniku dalam berbagai kesempatan, sebagai sahabat. Dia tahu aku mengejar gadis-gadis lain.
Ketika dia melihatku mencium pacarku yang ke-2, dia hanya tersenyum dengan berwajah merah. "Lanjutkan saja," katanya, setelah itu pergi meninggalkan kami.Esoknya, matanya bengkak dan merah. Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis. Aku pun berusaha membuatnya tertawa dengan mengajaknya bercanda sepanjang hari.Kali lainnya, di sebuah sudut ruang dia menangis. Hampir 1 jam kulihat dia menangis. Aku paham betul apa penyebabnya. Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Mereka berdua perang dingin. Aku tahu bukan sifatnya untuk memulai perang dingin, tapi Aku masih tetap bersama pacarku. Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget. Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku.Esoknya dia masih bisa tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Aku tahu dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tahu bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia. Aku juga sedih.
Ketika aku putus dengan pacarku yang kelima, aku mengajaknya pergi. Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku..Aku bercerita bahwa aku telah memutuskan hubungan dengan pacarku. Sementara, dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang. Aku tahu pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan menarik. Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku. Aku hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat, dan aku tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang sangat berat di dadaku. Aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak. Dan, aku menangis!
Handphoneku bergetar, ada SMS masuk. "DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"
DAUN
Aku suka mengoleksi daun-daun, karena aku merasa bahwa daun membutuhkan banyak kekuatan untuk bisa meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali.Selama tiga tahun aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi "sahabat". Ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya : cemburu.Mereka hanya bersama selama 2 bulan. Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Aku menyukainya dan aku juga tahu bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak pernah mengatakannya? Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah?Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih. Waktu terus berjalan, hatiku semakin sedih dan kecewa. Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tapi, mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekadar seorang teman?Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati. Aku tahu kesukaannya, kebiasaannya, tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa kupahami. Kadang aku merasa bodoh, karena aku juga berkeras tidak mau mengungkapkan perasaanku. Selain alasan itu, aku mau tetap di sampingnya, memberinya perhatian, menemani, dan mencintainya. Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku.
Aku selalu menunggu telponnya setiap malam, dan mengharapkan SMS darinya. Aku tahu, sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untukku. Karena itu aku selalu menunggunya.Tiga tahun berlalu, dan aku mulai merasa lelah. Akhir tahun ketiga, seorang pria mengejarku. Setiap hari dia mengejarku tanpa lelah. Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku. Aku mulai berpikir, mungkinkah aku bisa memberikan sebuah ruang kecil di hatiku untuknya?Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon. Aku tahu Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ke tempat yang lebih baik. Meski berat, akhirnya aku meninggalkan Pohon. Tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal. Aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku.
"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanyauntuk tinggal?"
ANGIN
Aku menyukai seorang gadis bernama Daun. Tapi, dia sangat bergantung pada Pohon, sehingga aku harus menjadi 'Angin' yang kuat agar bisa meniupnya hingga terbang jauh dari pohon. Aku selalu memperhatikan Daun duduk sendirian atau bersama teman-temannya, memerhatikan Pohon. Ketika Pohon berbicara dengan gadis-gadis, ada cemburu di matanya. Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya.Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti Daun yang suka melihat Pohon. Satu hari saja tak kulihat dia, aku merasa sangat kehilangan. Di sudut ruang, kulihat Pohon sedang memperhatikan Daun. Air mengalir di mata Daun ketika Pohon pergi. Esoknya, kulihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan Pohon. Aku melangkah dan tersenyum padanya. Kuambil secarik kertas, kutulisi dankuberikan padanya. Dia sangat kaget. Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku.Esoknya, dia datang menghampiriku dan memberikan kembali kertas itu. Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi. Daun tidak mau meninggalkan Pohon.Bertahun berlalu, aku kembali menghampirinya dengan kata-kata yang sama. Meski sangat pelan, akhirnya dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku.
Aku tahu orang yang dia cintai bukan aku, tapi aku akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku. Selama empat bulan, aku telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20 kali kepadanya. Hampir setiap kali dia mengalihkan pembicaraan, tapi aku tidak menyerah. Keputusanku bulat, aku ingin memilikinya.Suatu hari, dia bilang bahwa dia memberikan kesempatan untukku. "Ah?" Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar. Aku menengadahkan kepalaku dan berusaha memastikan perkatannya. Dia berteriak dan mengatakannya kembali. Kuletakkan telpon, melompat, berlari seribu langkah ke rumahnya. Diamembuka pintu bagiku. Kupeluk erat-erat tubuhnya.
DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?
sumber : unknown
Orang-orang memanggilku "Pohon" karena Aku sangat baik dalam menggambar pohon. Aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. Aku telah berpacaran sebanyak 5 kali, tapi hanya ada satu wanita yang benar-benar sangat kucintai.Dia tidak cantik, tidak memiliki tubuh seksi. Tapi, dia sangat peduli dengan orang lain, religius. Gayanya yang sederhana dan apa adanya, kemandiriannya, kepandaiannya, dan kekuatannya. Aku menyukainya, sangat!Satu-satunya alasanku tidak mengajaknya kencan karena, aku merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku. Aku takut, jika kami bersama, semua perasaan yang indah ini akan hilang. Aku takut kalau gosip-gosip yang ada akan menyakitinya. Karena itu, aku memilihnya untuk hanya menjadi "sahabat".Menjadi sahabatnya, aku akan bisa 'memiliki'nya tiada batasnya. Tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia. Selama tiga tahun terakhir, dia selalu menemaniku dalam berbagai kesempatan, sebagai sahabat. Dia tahu aku mengejar gadis-gadis lain.
Ketika dia melihatku mencium pacarku yang ke-2, dia hanya tersenyum dengan berwajah merah. "Lanjutkan saja," katanya, setelah itu pergi meninggalkan kami.Esoknya, matanya bengkak dan merah. Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis. Aku pun berusaha membuatnya tertawa dengan mengajaknya bercanda sepanjang hari.Kali lainnya, di sebuah sudut ruang dia menangis. Hampir 1 jam kulihat dia menangis. Aku paham betul apa penyebabnya. Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Mereka berdua perang dingin. Aku tahu bukan sifatnya untuk memulai perang dingin, tapi Aku masih tetap bersama pacarku. Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget. Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku.Esoknya dia masih bisa tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Aku tahu dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tahu bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia. Aku juga sedih.
Ketika aku putus dengan pacarku yang kelima, aku mengajaknya pergi. Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku..Aku bercerita bahwa aku telah memutuskan hubungan dengan pacarku. Sementara, dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang. Aku tahu pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan menarik. Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku. Aku hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat, dan aku tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang sangat berat di dadaku. Aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak. Dan, aku menangis!
Handphoneku bergetar, ada SMS masuk. "DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"
DAUN
Aku suka mengoleksi daun-daun, karena aku merasa bahwa daun membutuhkan banyak kekuatan untuk bisa meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali.Selama tiga tahun aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi "sahabat". Ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya : cemburu.Mereka hanya bersama selama 2 bulan. Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Aku menyukainya dan aku juga tahu bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak pernah mengatakannya? Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah?Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih. Waktu terus berjalan, hatiku semakin sedih dan kecewa. Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tapi, mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekadar seorang teman?Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati. Aku tahu kesukaannya, kebiasaannya, tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa kupahami. Kadang aku merasa bodoh, karena aku juga berkeras tidak mau mengungkapkan perasaanku. Selain alasan itu, aku mau tetap di sampingnya, memberinya perhatian, menemani, dan mencintainya. Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku.
Aku selalu menunggu telponnya setiap malam, dan mengharapkan SMS darinya. Aku tahu, sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untukku. Karena itu aku selalu menunggunya.Tiga tahun berlalu, dan aku mulai merasa lelah. Akhir tahun ketiga, seorang pria mengejarku. Setiap hari dia mengejarku tanpa lelah. Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku. Aku mulai berpikir, mungkinkah aku bisa memberikan sebuah ruang kecil di hatiku untuknya?Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon. Aku tahu Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ke tempat yang lebih baik. Meski berat, akhirnya aku meninggalkan Pohon. Tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal. Aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku.
"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanyauntuk tinggal?"
ANGIN
Aku menyukai seorang gadis bernama Daun. Tapi, dia sangat bergantung pada Pohon, sehingga aku harus menjadi 'Angin' yang kuat agar bisa meniupnya hingga terbang jauh dari pohon. Aku selalu memperhatikan Daun duduk sendirian atau bersama teman-temannya, memerhatikan Pohon. Ketika Pohon berbicara dengan gadis-gadis, ada cemburu di matanya. Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya.Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti Daun yang suka melihat Pohon. Satu hari saja tak kulihat dia, aku merasa sangat kehilangan. Di sudut ruang, kulihat Pohon sedang memperhatikan Daun. Air mengalir di mata Daun ketika Pohon pergi. Esoknya, kulihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan Pohon. Aku melangkah dan tersenyum padanya. Kuambil secarik kertas, kutulisi dankuberikan padanya. Dia sangat kaget. Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku.Esoknya, dia datang menghampiriku dan memberikan kembali kertas itu. Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi. Daun tidak mau meninggalkan Pohon.Bertahun berlalu, aku kembali menghampirinya dengan kata-kata yang sama. Meski sangat pelan, akhirnya dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku.
Aku tahu orang yang dia cintai bukan aku, tapi aku akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku. Selama empat bulan, aku telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20 kali kepadanya. Hampir setiap kali dia mengalihkan pembicaraan, tapi aku tidak menyerah. Keputusanku bulat, aku ingin memilikinya.Suatu hari, dia bilang bahwa dia memberikan kesempatan untukku. "Ah?" Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar. Aku menengadahkan kepalaku dan berusaha memastikan perkatannya. Dia berteriak dan mengatakannya kembali. Kuletakkan telpon, melompat, berlari seribu langkah ke rumahnya. Diamembuka pintu bagiku. Kupeluk erat-erat tubuhnya.
DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?
sumber : unknown
Gempa Tsunami di Aceh Sherina
Tuhan marahkan kau padaku
Inikah akhir duniaku
Kau hempaskan jariMu di ujung banda
Tercenganglah seluruh dunia
Tuhan mungkin Kau ku abaikan
Tak ku dengarkan peringatan
Kusakiti ENGKAU sampai perut bumi
Maafkan kami YA RABBI
ENGKAU yang Perkasa
Pemilik semesta
Biarkanlah kami
Song song matahari
ENGKAU yang Pengasih
Ampuni lah kami
Memang semua ini
Kesalahan kami
Ohhhh.......Tuhan Ampunilah kami
Ohhhh.......Tuhan Tolongilah kami
Inikah akhir duniaku
Kau hempaskan jariMu di ujung banda
Tercenganglah seluruh dunia
Tuhan mungkin Kau ku abaikan
Tak ku dengarkan peringatan
Kusakiti ENGKAU sampai perut bumi
Maafkan kami YA RABBI
ENGKAU yang Perkasa
Pemilik semesta
Biarkanlah kami
Song song matahari
ENGKAU yang Pengasih
Ampuni lah kami
Memang semua ini
Kesalahan kami
Ohhhh.......Tuhan Ampunilah kami
Ohhhh.......Tuhan Tolongilah kami
Resah Tanpamu - Titi Kamal feat. Anjie Drive
Sayang aku tahu
Kita tak banyak bicara
Kau jauh disana
Ku menyimpan tanya
Sayang aku tahu
Kita tak banyak bertemu
Namun hanya kamu
Yang ada di hati
Reff :
Jangan sampai kau lukai hatiku
Aku resah lalui waktu tanpamu
Jangan sampai kau ragukan cintaku
Aku takkan membuatmu terluka
Ragu.. percayalah
Sayang aku mau kita‘kan slalu menyatu
Walau kadang rindu
Menyiksa batinku
Sayang aku mau
Jangan pernah kau meragu
Walau aku jauh
Hatiku untukmu
Back To Reff
Kita tak banyak bicara
Kau jauh disana
Ku menyimpan tanya
Sayang aku tahu
Kita tak banyak bertemu
Namun hanya kamu
Yang ada di hati
Reff :
Jangan sampai kau lukai hatiku
Aku resah lalui waktu tanpamu
Jangan sampai kau ragukan cintaku
Aku takkan membuatmu terluka
Ragu.. percayalah
Sayang aku mau kita‘kan slalu menyatu
Walau kadang rindu
Menyiksa batinku
Sayang aku mau
Jangan pernah kau meragu
Walau aku jauh
Hatiku untukmu
Back To Reff
Sampai Ku Mati - Nano
Hidup ku di dunia hanya sekali
Lebih tak berarti tanpa kau disisiku
Sampai ku mati aku ingin bersama denganmu
Reff:
Izinkanlah ku cari kesungguhan hati
'tuk buktikan kamu ada di hidupku
Bisikkanlah dari hati kau ada disini
Temani hidupku tak berujung waktu
Bila kau tercipta memang untukku
Tunjukkanlah bahwa aku lelaki terakhirmu
Sampai ku mati ku serahkan semua
Sampai ku mati aku ingin bersama denganmu
Back to Reff:
Dan kau menangis terus menangis
Menghampiriku kau peluk aku
Back to Reff:
Sampai ku mati Sampai ku mati
Lebih tak berarti tanpa kau disisiku
Sampai ku mati aku ingin bersama denganmu
Reff:
Izinkanlah ku cari kesungguhan hati
'tuk buktikan kamu ada di hidupku
Bisikkanlah dari hati kau ada disini
Temani hidupku tak berujung waktu
Bila kau tercipta memang untukku
Tunjukkanlah bahwa aku lelaki terakhirmu
Sampai ku mati ku serahkan semua
Sampai ku mati aku ingin bersama denganmu
Back to Reff:
Dan kau menangis terus menangis
Menghampiriku kau peluk aku
Back to Reff:
Sampai ku mati Sampai ku mati
Langganan:
Postingan (Atom)